Islamadalah agama rahmatan lil 'alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Sesuai dengan firman Allah dalam Surat al-Anbiya ayat 107 yang bunyinya, SEJAKdi utus oleh Allah Ta'ala ke muka bumi, Nabi Muhammad -shollallahu 'alaihi wa sallam- telah mewujudkan rahmat (kasih sayang) bagi semesta alam. Hal itu ditegaskan oleh Allah Ta'ala sendiri dalam firman-Nya: "Dan tidaklah Kami (Allah) mengutus kamu (wahai Muhammad) kecuali sebagai rahmat untuk semesta alam.". [ QS. SEJARAHNABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI RAHMAT BAGI SELURUH ALAM SEMESTA TERHADAP KASIH SAYANG SESAMA. SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI RAHMAT BAGI SELURUH ALAM SEMESTA TERHADAP KASIH SAYANG SESAMA www.ekokurniawan.com. Jumat, 04 Maret 2022. Facebook Twitter Telegram Jawaban D. Alam semesta Dilansir dari Encyclopedia Britannica, nabi muhammad saw. diutus oleh allah swt. sebagai rahmatan lil 'alamin artinya sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Amal yang disukai oleh Allah SWT berdasarkan hadits SAW. Ujung_Pena Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia.Sesuai dengan firman Allah dalam Surat al-Anbiya ayat 107 yang bunyinya, rxq6. JAKARTA - Alam semesta merupakan rancang bangun yang sempurna. Di mana di dalamnya Allah ciptakan banyak sekali keindahan, kemaslahatan, juga peringatan bagi makhluk-makhluk yang menghuninya. Karena penuh dengan kesempurnaan serta kebutuhan makhluk-Nya, sebenarnya apa yang melandasi Allah SWT menciptakan demikian? Dalam buku Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan karya Haidar Bagir disebutkan, Allah memang menciptakan alam semesta ini bersumber pada sifat kasih sayang-Nya. Oleh karena itu alam dirancang sedemikian rupa sebagai ciptaan terbaik-Nya. Dengan kata lain, sifat aslinya adalah memberikan kebaikan setinggi-tingginya dan kebahagiaan bagi penghuninya. Sebagai konsekuensinya, Allah membentangkan kemungkinan jalan—termasuk jalan keluar dari kesulitan—sebanyak-banyaknya. Bahkan tak terbatas. Alam ini adalah himpunan jalan-jalan dan kesempatan ke arah kebaikan tertinggi, kesempurnaan, dan kebahagiaan manusia. Maka, jika suatu saat kita sedang menjalani suatu keadaan, melalui salah satu jalannya, manusia perlu ingat jalan yang sedang dilalui itu hanyalah satu di antara banyak jalan-Nya yang tak terbatas. Jika melalui jalan itu manusia dapat menempuh kebahagiaan, maka syukurilah. Namun jika tidak, di sekeliling jalan manusia tersedia jalan-jalan lain untuk menuju kebaikan dan kebahagiaan yang kita cari. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini Apa itu utusan? utusan adalah kata yang memiliki artinya, silahkan ke tabel berikut untuk penjelasan apa arti makna dan maksudnya. Pengertian utusan adalah Kamus Definisi Bahasa Indonesia KBBI ? utusan 1 orang yang disuruh ditugasi menyampaikan sesuatu atau menjadi penghubung; kurir; suruhan; 2 orang yang diutus; yang ditugasi untuk mewakili; duta; 3 orang yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia; rasul Nabi Muhammad saw. adalah ~ Allah kepada umat manusia Ternate ? utusan Duta, penguasa setempat yang diutus sultan. Utusan terutama mengurus kepentingan sultan di suatu daerah, seperti memungut upeti, dan sebagainya. Malaysia Dewan ? utusan orang kumpulan orang yg diutus, suruhan, wakil keempat-empat negeri itu ada menyuruh ~ ke negeri Siam; Definisi ? semoga dapat membantu walau kurangnya jawaban pengertian lengkap untuk menyatakan artinya. pada postingan di atas pengertian dari kata “utusan” berasal dari beberapa sumber, bahasa, dan website di internet yang dapat anda lihat di bagian menu sumber. Istilah Umum Istilah pada bidang apa makna yang terkandung arti kata utusan artinya apaan sih? apa maksud perkataan utusan apa terjemahan dalam bahasa Indonesia Jakarta Surat Al Anbiya 107 dalam Al-Quran adalah sebuah ayat yang memuat makna yang mendalam dan universal. Ayat ini menggambarkan peran dan misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam. Surat Al Anbiya 107 membuka pintu pemahaman yang lebih dalam tentang misi dan tugas Nabi Muhammad SAW. Allah SWT mengirim Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam, menunjukkan bahwa pesannya tidak terbatas pada satu kelompok atau komunitas saja. Nabi Muhammad SAW bukan hanya diutus kepada umat manusia, tetapi juga sebagai contoh bagi semua makhluk dan alam semesta. jadi penting untuk memahami tafsir Al Anbiya 107 ini dari perspektif ulama dan mencari pemahaman yang lebih dalam tentang konsep rahmat dalam Islam. Kami akan melihat hadis-hadis yang memperkuat pesan ayat tersebut dan menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT menjalankan peran sebagai rahmat bagi seluruh alam. Lebih lengkapnya, berikut ini telah rangkum dari berbagai sumber tafsir Surat Al Anbiya 107, beserta dengan hadits-hadits yang menguatkannya, Kamis 8/6/2023.Viral sebuah video yang menampilkan seorang ayah tengah memantau anaknya di rumah. Dalam video, awalnya sang ayah mengira anaknya sedang sibuk bermain handphone. Namun, saat ditelusuri, sang anak justru sedang membaca Al-Qur'an Credit Al Anbiya Ayat 107 وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ Wa mā arsalnāka illā raḥmatal lil-'ālamīn Artinya Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Ayat ini merupakan bagian dari bagian yang lebih besar dalam Surat Al-Anbiya yang membahas kisah berbagai nabi dan perjuangan mereka. Dalam ayat khusus ini, Allah berbicara kepada Nabi Muhammad SAW dan mengingatkannya tentang tujuan dan misinya. Ayat tersebut menegaskan bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat bagi seluruh makhluk. Rahmat ini meluas tidak hanya untuk manusia tetapi untuk semua makhluk di dunia. Pesan Islam Nabi, dengan ajaran perdamaian, keadilan, dan kasih sayang, dimaksudkan untuk membawa rahmat dan petunjuk bagi seluruh umat manusia dan ciptaan. Ayat ini menyoroti sifat universal dari misi Nabi Muhammad. Pesannya tidak terbatas pada waktu, tempat, atau orang tertentu tetapi dimaksudkan untuk kepentingan seluruh umat manusia. Itu menekankan pentingnya kasih sayang, kebaikan, dan belas kasihan dalam berurusan dengan orang lain. Adapun tafsir ayat ini, terdapat berbagai penafsiran dan penjelasan yang diberikan oleh para ulama. Beberapa poin penting yang disebutkan oleh para ulama antara lain Nabi Muhammad adalah sumber rahmat Ayat ini menyoroti peran Nabi sebagai sumber rahmat bagi semua ciptaan. Ajaran, tindakan, dan karakternya mencontohkan belas kasih dan kasih sayang. Rahmat universal Rahmat Nabi Muhammad meluas ke semua makhluk, bukan hanya manusia. Ini termasuk hewan, lingkungan, dan semua ciptaan. Bimbingan dan rahmat Pesan Nabi Muhammad adalah sarana bimbingan dan rahmat bagi umat manusia. Ajarannya memberikan jalan menuju kebenaran dan menuntun orang-orang menuju rahmat dan pengampunan Allah. Pengingat tujuan Ayat ini berfungsi sebagai pengingat bagi Nabi Muhammad tentang misi dan tujuannya. Ini mendorongnya untuk terus menyebarkan pesan Islam dan mewujudkan rahmat dalam semua aspek kehidupannya. Secara keseluruhan, ayat ini menyoroti rahmat universal Nabi Muhammad dan sifat misinya yang melingkupi. Ini mengingatkan umat Islam akan pentingnya mewujudkan belas kasihan dan kasih sayang dalam interaksi mereka dengan orang lain dan dalam ketaatan mereka pada ajaran yang memperkuat pernyataan Al Anbiya 107Ilustrasi Membaca Al Qur’an Credit adalah beberapa hadis yang memperkuat pernyataan Surah Al-Anbiya ayat 107 Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." HR. Ahmad Hadis ini menekankan bahwa salah satu tujuan utama misi Rasulullah adalah menyempurnakan akhlak yang mulia. Ini sejalan dengan pesan Surah Al-Anbiya ayat 107 tentang peran Rasulullah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." HR. Ahmad Hadis ini juga menekankan tujuan Rasulullah dalam menyempurnakan akhlak yang mulia. Ini menunjukkan konsistensi dalam pesan Rasulullah mengenai misinya sebagai rahmat bagi semua. Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." HR. Ahmad Hadis ini kembali menegaskan bahwa salah satu tujuan misi Rasulullah adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Ini sejalan dengan pesan Surah Al-Anbiya ayat 107 tentang peran Rasulullah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Aku diutus dengan akhlak yang mulia." HR. Ahmad Hadis ini juga menyoroti pentingnya akhlak yang mulia dalam misi Rasulullah. Hal ini mencerminkan pesan Surah Al-Anbiya ayat 107 tentang pentingnya kasih sayang, keadilan, dan kelembutan dalam ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah. Hadis-hadis tersebut menyokong dan memperkuat pernyataan Surah Al-Anbiya ayat 107 tentang peran Rasulullah sebagai rahmat bagi seluruh alam dan misinya dalam menyempurnakan akhlak yang mulia. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. PAI Kelas 6 Pelajaran 5 – Nabi Muhammad saw. diutus Allah sebagai rosul-Nya di muka bumi ini utamanya adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Saling mencintai karena Allah Swt. adalah salah satu akhlak mulia. Kita menyayangi orang tua, guru, saudara, dan sesama manusia untuk hidup mulia dunia dan akhirat. Berperilaku jujur juga bagian dari akhlak mulia yang paling penting. Kita tidak akan pernah bisa membohongi diri sendiri apalagi Allah Swt.. Orang jujur pasti dihormati dan disayangi oleh siapa saja. Kejujuran dan Kasih Sayang Rasulullah saw. Nabi Muhammad saw. ”al-Amin ” Nabi Muhammad saw. sejak kecil sudah menjadi yatim piatu. Oleh sebab itu, beliau sangat mencintai anak yatim dan menganjurkan umatnya untuk merawat, mendidik, dan mencintai anak yatim. Di samping itu, Nabi Muhammad saw. terkenal sangat jujur. Sikap jujur tersebut sudah diperlihatkan sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Pada usia remaja, beliau diminta bantuan oleh pamannya untuk membawa barang dagangan Siti Khadijah binti Khuwailid yang kaya dan dihormati di Kota Mekah. Pada usia tiga puluh lima tahun, Nabi Muhammad saw. bersama-sama dengan orang-orang Quraisy diminta untuk memperbaiki Ka’bah. Ketika pembangunan sudah sampai ke bagian Hajar Aswad, bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Pada akhirnya, mereka sepakat menunjuk Muhammad saw. sebagai orang yang tepat untuk melakukan hal tersebut. Rasulullah pun kemudian mengambil selembar selendang, kemudian Hajar Aswad itu diletakkan di tengah-tengan selendang tersebut. Beliau lalu meminta seluruh pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung-ujung selendang itu. Mereka kemudian mengangkat Hajar Aswad itu bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam-lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut. Ini merupakan jalan keluar yang terbaik. Seluruh kabilah setuju dan meridhai jalan keluar ini. Mereka pun tidak jadi saling menumpahkan darah. Sejak saat itu, beliau dikenal di antara kaumnya dengan sifat-sifat yang terpuji. Para sahabat dan pengikutnya sangat menghormati dan mencintai beliau sehingga beliau diberi gelar ”al-Amin, artinya orang yang dapat dipercaya. Mari kita teladani sifat jujur Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari. Kasih Sayang Rasulullah saw. terhadap Anak, Keluarga, Orang Tua, dan Masyarakat Selain memiliki sifat jujur dalam berdagang dan bergaul, Rasulullah saw. pun sayang terhadap keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Pada zaman Jahiliyah, penduduk Mekah tidak menghargai anak perempuan. Namun, Nabi Muhammad saw. justru menggendong putrinya Fatimah yang masih balita sambil Thawaf – mengelilingi Ka’bah. Begitu pula setelah Fatimah dewasa dan dikaruniai anak; Rasulullah saw. menyayangi cucunya yang bernama Hasan dan Husein. Rasulullah saw. juga tidak pernah menyakiti hati orang lain. Hal itu dapat dibuktikan dalam hadiś beliau yang artinya ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt. dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” al-Bukhari dan Muslim. Kepedulian Rasulullah saw. terhadap Lingkungan Kepedulian Rasulullah saw. bukan hanya pada ibadah seperti sholat, tetapi beliau pun peduli terhadap lingkungan hidup. Hal itu tercermin pada perilaku beliau antara lain, sebagai berikut. Nabi Muhammad saw. sangat hemat dalam mempergunakan air; itu dibuktikan pada anjuran beliau agar tidak berlebihan dalam pemakaian air dalam berwudu’.Nabi Muhammad saw. mengajarkan agar tidak melakukan kerusakan di muka bumi ini. Nabi Muhammad saw. sebagi Pembawa Rahmat bagi Alam Semesta Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah Swt. sebagai Rahmatan lil Ălamín atau sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta ini. Tujuan dakwah Nabi Muhammad saw. adalah untuk mengubah keadaan masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat yang sejahtera berdasarkan agama Tauhid, yaitu agama yang menyakini bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Esa. Nabi Muhammad saw. selain mengajak kita untuk mengutamakan kemurnian aqidah dan selalu menyembah Allah Yang Maha Esa. Beliau juga menanamkan akhlak terpuji yang membawa kebaikan manusia hidup di dunia hingga akhirat. Salah satu sifat terpuji yang dapat kita cermati, ketika beliau dan pengikutnya hijrah ke Kota Madinah adalah beliau mampu menanamkan sikap persaudaraan antara kaum pendatang Muhajirin dengan kaum Anshor sehingga mereka saling menolong untuk menciptakan daerah yang tertib dan aman. Sebagai umat Nabi Muhammad saw., kita harus menjunjung tinggi ajaran beliau, misalnya kita menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda. Kita berperilaku sopan dan bertutur kata santun terhadap orang tua, guru dan masyarakat sekitar. Kepemimpinan Sahabat Rasulullah saw. Kepemimpinan Abu Bakar Abu Bakar adalah khalifah pertama setelah Nabi Muhammad saw. wafat. Beliau dilahirkan pada tahun 571 M. Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Abi Khuafah at-Taimi. Gelar Abu Bakar diberikan oleh Nabi Muhammad saw. karena ia adalah paling cepat masuk Islam. Gelar as-siddiq diberikan karena ia selalu membenarkan Nabi Muhammad saw. dalam berbagai peristiwa, terutama membenarkan peristiwa Isra dan Mi’raj. Abu Bakar memimpin dari tahun 632 M sampai dengan 634 M. Abu Bakar senantiasa meneladani perilaku Nabi Muhammad saw. Dalam menentukan keputusan, beliau selalu mengajak para sahabat untuk bermusyawarah. Beliau sangat memperhatikan rakyatnya. Beliau selalu membantu rakyat yang kekurangan. Meskipun Abu Bakar sudah menjadi pemimpin negara, beliau tidak sombong dan masih mau memerah susu untuk rakyatnya di kampung. Untuk kesejahteraan rakyatnya, beliau mendirikan Baitul Mal, yaitu suatu lembaga yang mengurusi kas dan keuangan negara. Kepemimpinan Umar bin Khattab Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar. Umar bin Khattab mempunyai nama lengkap Umar bin Khattab bin Abdul Uzza. Umar bin Khattab menjadi khalifah sejak tahun 634 M sampai dengan 644 M. Beliau seorang pemberani, jujur, adil, tegas, bijaksana dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Beliau juga seorang pemimpin yang hidup sederhana dan suka bermusyawarah. Kalifah Umar bin Khattab tak mau menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya, walaupun hanya sebatas cahaya lampu. Pada masa pemerintahannya, Umar bin Khattab dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan bertanggung jawab. Jasa Khalifah Umar bin Khattab yang sampai saat ini kita rasakan adalah penetapan kalender Hijriyah atau penetapan tanggal 1 Muharam sebagai Tahun Baru Hijriyah. Kepemimpinan Usman bin Affan Khalifah Usman bin Affan memerintah selama dua belas tahun atau dari tahun 644 sampai dengan 656 M. Beliau dikenal sebagai orang kaya dan dermawan. Bukti kedermawanan Usman bin Affan, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar, beliau pernah memberikan gandum yang diangkut dengan unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering. Di masa pemerintahannya, Usman bin Affan melakukan kodifikasi menyusun atau membukukan kitab al–Qur’an karena beliau khawatir akan terjadi perbedaan al–Qur’an. Kemudian, beliau membentuk panitia penyusunan al–Qur’an yang diketuai oleh Zaid bin Sabit dengan anggotanya Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Haris. Panitia tersebut bertugas menyalin ulang ayat-ayat al–Qur’an dalam sebuah buku yang disebut Mushaf dan diperbanyak 4 empat buah eksemplar. Satu buah disimpan di Madinah yang disebut Mushaf al-Imam atau Mushaf Utsmani, empat buah lainnya dikirim ke Mekah, Suriah, Basrah dan Kufah. Di samping itu, beliau juga merenovasi Masjid Nabawi di Kota Madinah, dengan cara memperluas dan memperindah bentuknya. Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib Ali bin Abi Thalib adalah salah seorang khulafaurrasyidin yang terakhir. Ali merupakan anak dari paman Rasulullah saw., yaitu Abu Thalib yang selalu membela dakwah Nabi Muhammad saw.. Ali bin Abi Thalib adalah seorang yang pemberani. Hal itu sudah dibuktikan Ali bin Abi Thalib ketika harus menggantikan tidur Rasulullah saw.. Padahal di luar rumah pemuda-pemuda Quraisy ingin menyakiti Rasulullah saw. yang akan pergi hijrah. Masa pemerintahan Ali kurang lebih selama lima tahun 656-661 M. Selain pemberani, Ali bin Abi Talib juga seorang pemimpin yang peduli terhadap pendidikan. Sebagai contoh, beliau mendirikan beberapa madrasah untuk tempat belajar anak-anak. Dalam menjalankan roda pemerintahan, Ali bin Abi Thalib mengharuskan pegawainya jujur, cakap, dan bertanggung jawab. Beliau juga memajukan bidang Ilmu Bahasa, serta mengembangkan bidang pembangunan, terutama di Kota Kufah sebagai pusat Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Ilmu Nahwu dan ilmu pengetahuan lainnya. Latihan Soal PAI Kelas 6 Pelajaran 5 Kamu bisa mengasah pemahaman dan kemampuanmu menggunakan latihan soal versi online ini. Silakan klik tautan atau gambar di bawah ini! Latihan Soal PAI Kelas 6 Pelajaran 5 Untuk latihan soal PAI kelas 6 Seluruh Pelajaran silakan klik tautan di bawah ini Latihan Soal PAI Kelas 6 NB Media pembelajaran online ini kami kembangkan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada secara online hasil para guru-guru kreatif Indonesia. Adanya media ini juga untuk mendukung kreatifitas mereka, video pembelajaran yang kami gunakan kami ambil langsung dari channel YouTube mereka. Video-video tersebut kami embedd di media ini, sehingga tidak mengurangi viewer mereka, justru akan menambah viewer mereka serta meningkatkan rating pencariannya. Mohon maaf, karena ribuan soal yang kami input jadi ada beberapa soal yang kunci jawabannya salah, mohon jangan kecewa karena itu semata-mata adalah kesalahan kami sebagai manusia. Bila menemukan kesalahan tersebut silakan kirim tangkapan layar screenshot kesalahan tersebut kepada kami di email ghofurach atau melalui Whatsapp di 085648017971. Bisa juga melalui komentar di laman ini disertai dengan keterangan subtema berapa. Terimakasih…. Buku Digital PAI Kelas 6 Buku PAI versi digital FlipBook yang bisa kamu baca secara online pada tautan di bawah ini. Ukuran file buku digital ini sengaja dibuat lebih kecil sehingga bisa diakses dengan cepat. Bila membutuhkan membaca secara offline bisa diunduh di tautan yang telah disediakan. Ukuran file buku pdf juga sudah disesuaikan lebih kecil sehingga tidak makan banyak kuota internet, cepat dalam pengunduhan, serta tidak banyak mengurangi ruang penyimpanan. Silakan baca bukunya di sini FlipBook PAI Kelas 6 Bila ingin mengunduhnya silakan klik DI SINI. Demikianlah materi PAI Kelas 6 Pelajaran 5 yang bisa kami sampaikan. Sampai jummpa di lain keempatan. Nabi Muhammad saw. memperoleh gelar ”al-Amín”, artinya orang yang dapat dipercaya. Beliau mendapat gelar tersebut karena bersikap jujur dan dapat dipercaya. Beliau juga sayang terhadap anak, keluarga, orang tua dan masyarakat, serta peduli terhadap lingkungan. Nabi Muhammad saw. sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta. Artinya, ajaran beliau untuk kebaikan manusia hidup di dunia dan di akhirat. Abu Bakar memiliki sifat lemah lembut, sabar, pantang menyerah, berwibawa, dermawan, adil dan bijaksana, serta suka bermusyawarah. Umar bin Khattab memiliki sifat cerdas, tegas, pemberani , berwibawa, sederhana, bijaksana, bermusyawarah, dan sangat mengutamakan kepentingan rakyat. Usman bin Affan memiliki sifat santun, sabar, dermawan, adil, sederhana, dan sangat saleh. Ali bin Abi Thalib memiliki sifat tegas, cerdas, adil, pandai, sabar dan tabah; sangat membela kebenaran, sangat pemberani. A. Kejujuran dan Kasih Sayang Rasulullah saw. 1. Nabi Muhammad saw. ”al-Amin ” Nabi Muhammad saw. terkenal sangat jujur. Pada saat Nabi Muhammad saw. bersama-sama dengan orang-orang Quraisy diminta untuk memperbaiki Ka’bah. Bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Rasulullah meletakan Hajar Aswad di tengah-tengan selendang dan meminta seluruh pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung-ujung selendang itu. Mereka kemudian mengangkat Hajar Aswad itu bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah saw-lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut. Para sahabat dan pengikutnya sangat menghormati dan mencintai beliau sehingga beliau diberi gelar ”al-Amin”, artinya orang yang dapat dipercaya. 2. Kasih Sayang Rasulullah saw. terhadap Anak, Keluarga, Orang Tua, dan Masyarakat Pada zaman Jahiliyah, penduduk Mekah tidak menghargai anak perempuan. Namun, Nabi Muhammad saw. justru menggendong putrinya Fatimah yang masih balita sambil Tawaf – mengelilingi Ka’bah. Rasulullah saw. juga menyayangi cucunya yang bernama Hasan dan Husein. Sebagaimana dikisahkan dalam hadis beliau yang artinya berikut ini. ”Nabi Muhammad saw. mencium cucunya Hasan bin Ali sedangkan di dekat beliau ada Aqra’ bin Hābis. Aqra’ berkata ”Aku mempunyai sepuluh anak, tetapi aku tidak pernah mencium seorang pun di antara mereka.” Mendengar hal itu, Rasulullah saw. memandang Aqra’ lalu bersabda "Barangsiapa tidak mau berbelas kasih, maka ia tidak akan mendapatkan belas kasih.” al-Bukhari dan Muslim. Rasulullah saw., mengajarkan pula untuk hormat kepada orang tua seperti dalam hadis yang artinya berikut ini. ”Aku Ibnu Mas’ud pernah bertanya kepada Nabi saw. ... ”Amal apakah yang paling disukai oleh Allah Swt.?” Nabi saw. bersabda ”Mengerjakan salat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi ”Kemudian apa?” Nabi saw. menjawab ”Berbaktilah kepada kedua orang tua.” Aku kembali bertanya ”Lalu apa lagi?” Nabi saw. menjawab ”Jihad fisabilillah.” al-Bukhari dan Muslim. Rasulullah saw. tidak pernah menyakiti hati orang lain. Hal itu dapat dibuktikan dalam hadis beliau yang artinya ” Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt. dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” al-Bukhari dan Muslim. 3. Kepedulian Rasulullah saw. terhadap Lingkungan Kepedulian Rasulullah saw. terhadap lingkungan hidup tercermin pada perilaku beliau antara lain, sebagai berikut. Nabi Muhammad saw. sangat hemat dalam mempergunakan air; itu dibuktikan pada anjuran beliau agar tidak berlebihan dalam pemakaian air dalam berwudu’. Nabi Muhammad saw. mengajarkan agar tidak melakukan kerusakan di muka bumi ini. 4. Nabi Muhammad saw. sebagi Pembawa Rahmat bagi Alam Semesta Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah Swt. sebagai Rahmatan lil Ălamín atau sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta ini. Tujuan dakwah Nabi Muhammad saw. adalah untuk mengubah keadaan masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat yang sejahtera berdasarkan agama Tauhid, yaitu agama yang menyakini bahwa Allah Swt. Nabi Muhammad saw. selain mengajak kaumnya untuk mengutamakan kemurnian aqidah dan selalu menyembah Allah Yang Maha Esa. Beliau juga menanamkan akhlak terpuji yang membawa kebaikan manusia hidup di dunia hingga akhirat. Ketika beliau dan pengikutnya hijrah ke Kota Madinah adalah beliau mampu menanamkan sikap persaudaraan antara kaum pendatang Muhajirin dengan kaum Ansar sehingga mereka saling menolong untuk menciptakan daerah yang tertib dan aman. B. Kepemimpinan Sahabat Rasulullah saw 1. Kepemimpinan Abu Bakar Abu Bakar adalah khalifah pertama setelah Nabi Muhammad saw. wafat. Beliau dilahirkan pada tahun 571 M. Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Abi Khuafah at-Taimi. Gelar Abu Bakar diberikan oleh Nabi Muhammad saw. karena ia adalah paling cepat masuk Islam. Gelar as-Siddiq diberikan karena ia selalu membenarkan Nabi Muhammad saw. dalam berbagai peristiwa, terutama membenarkan peristiwa Isra dan Mi’raj. Abu Bakar memimpin dari tahun 632 M sampai dengan 634 M. Dalam menentukan keputusan, beliau selalu mengajak para sahabat untuk bermusyawarah. Beliau selalu membantu rakyat yang kekurangan. Untuk kesejahteraan rakyatnya, beliau mendirikan Baitul Mal, yaitu suatu lembaga yang mengurusi kas dan keuangan negara 2. Kepemimpinan Umar bin Khattab Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar. Umar bin Khattab mempunyai nama lengkap Umar bin Khattab bin Abdul Uzza. Umar bin Khattab menjadi khalifah sejak tahun 634 M sampai dengan 644 M. Beliau seorang pemberani, jujur, adil, tegas, bijaksana dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Beliau juga seorang pemimpin yang hidup sederhana dan suka bermusyawarah. Pada masa pemerintahannya, Umar bin Khattab dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan bertanggung jawab. Jasa Khalifah Umar bin Khattab yang sampai saat ini kita rasakan adalah penetapan kalender Hijriyah atau penetapan tanggal 1 Muharam sebagai Tahun Baru Hijriyah. 3. Kepemimpinan Usman bin Affan Khalifah Usman bin Affan memerintah selama dua belas tahun atau dari tahun 644 sampai dengan 656 M. Beliau dikenal sebagai orang kaya dan dermawan. Di masa pemerintahannya, Usman bin Affan melakukan kodifikasi menyusun atau membukukan kitab al–Quran karena beliau khawatir akan terjadi perbedaan al–Quran. Beliau membentuk panitia penyusunan al–Quran yang diketuai oleh Zaid bin Sabit dengan anggotanya Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Haris. Panitia tersebut bertugas menyalin ulang ayat-ayat al–Quran dalam sebuah buku yang disebut Mushaf dan diperbanyak 4 empat buah exemplar. Satu buah disimpan di Madinah yang disebut Mushaf al-Imam atau Mushaf Usmani, empat buah lainnya dikirim ke Mekah, Suriah, Basrah dan Kufah. Di samping itu, beliau juga merenovasi Masjid Nabawi di Kota Madinah, dengan cara memperluas dan memperindah bentuknya. 4. Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib Ali bin Abi Thalib adalah salah seorang khulafaurrasyidin yang terakhir. Ali merupakan anak dari paman Rasulullah saw., yaitu Abu Thalib yang selalu membela dakwah Nabi Muhammad saw.. Ali bin Abi Thalib adalah seorang yang pemberani yang dibuktikan Ali ketika harus menggantikan tidur Rasulullah saw.. Masa pemerintahan Ali kurang lebih selama lima tahun 656-661 M. Ali bin Abi Talib juga seorang pemimpin yang peduli terhadap pendidikan. Beliau mendirikan beberapa madrasah untuk tempat belajar anak-anak. Dalam menjalankan roda pemerintahan, Ali bin Abi Thalib mengharuskan pegawainya jujur, cakap, dan bertanggung jawab. Beliau juga memajukan bidang Ilmu Bahasa, serta mengembangkan bidang pembangunan, terutama di Kota Kufah sebagai pusat Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Ilmu Nahwu dan ilmu pengetahuan lainnya. Materi Diskusi ”Gunawan dan Budi adalah teman akrab. Namun, keduanya memiliki sifat yang bertolak belakang. Gunawan suka menolong siapa saja, bahkan ia rela berhari-hari tidak jajan di kantin asalkan bisa menolong orang. Budi sebaliknya, ia sangat kikir. Meskipun tiap hari orang tuanya memberi uang jajan, namun Budi jarang membelanjakannya. Ia lebih suka jika temannya membelikan makanan atau minuman gratis untuknya.” Sikap gunawan yang suka menolong siapa saja sangat bagus dan dapat dijadikan contoh, sedangkan sifat budi yang kikir dan lebih senang jika ditraktir teman sebaiknya jangan ditiru.

utusan allah sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta adalah